
Tepung tempe bahan baku pangan kini bukan sekadar wacana di kalangan pelaku industri makanan Indonesia. KMR Food Indonesia (CV. Kriya Mandiri Restu) membuktikannya lewat kolaborasi riset bersama sejumlah universitas untuk mengembangkan Source of Protein Snack, camilan berbasis bubuk tempe sebagai sumber protein nabati lokal.
Kolaborasi ini bermula dari kebutuhan praktis, bukan ambisi akademik semata. Tim KMR Food ingin mendapatkan insight formulasi produk yang bermanfaat bagi divisi riset dan pengembangan yang menggunakan tepung tempe KMR Food sebagai bahan baku.
Perjalanan ini kemudian membawa KMR Food ke panggung yang lebih luas, yaitu forum ilmiah nasional PERGIZI PANGAN Indonesia. Artikel ini merangkum perjalanan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa tepung tempe layak dilirik sebagai bahan baku pangan fungsional.
| Bahan Baku Protein Nabati | Penggunaan Umum di Indonesia | Status Pasokan |
|---|---|---|
| Tepung tempe dari kedelai | MP-ASI, cookies, bubur instan, camilan ekstrusi | Mayoritas lokal |
| Tepung almond | Bakery gluten-free, cookies, MP-ASI | Lokal dan impor |
| Pea protein powder | Makanan dan minuman fungsional | Mayoritas impor (AS, Kanada, Belgia) |
Data tersebut dipresentasikan dalam forum PERGIZI PANGAN Webinar Series Seri 310 bertema Tempe Development, dan menunjukkan bahwa produsen bahan baku pangan nabati di Indonesia masih terbatas. Kondisi ini membuka peluang bagi produsen lokal, termasuk KMR Food, untuk mengembangkan tepung tempe sebagai alternatif protein nabati.
Awal Mula Kolaborasi Riset Tepung Tempe KMR Food
Kolaborasi riset KMR Food dengan Universitas Lintas Internasional Indonesia (IULI) berangkat dari upaya bisnis, bukan pengejaran publikasi jurnal ilmiah. Fokusnya adalah formulasi produk yang aplikatif untuk kebutuhan tim riset dan pengembangan.
“Saya tidak memiliki ambisi untuk melakukan penelitian yang sangat serius atau mengejar publikasi jurnal Q1. Saya memang seorang akademisi paruh waktu.”
Pernyataan tersebut disampaikan Siti Nurfitriana, S.TP., MBA, yang terlibat langsung dalam pengembangan tepung tempe KMR Food menjadi bahan baku formulasi pangan.
Tantangan Masuk ke Niche Market Camilan Tinggi Protein
Mengenalkan tepung tempe sebagai bahan camilan modern ternyata tidak mudah. Banyak orang masih menganggap tempe hanya cocok diolah menjadi keripik tempe atau tempe goreng.
Pertanyaan seperti apakah produk berbahan tepung tempe bisa diterima konsumen gym yang mengejar asupan protein, serta alasan konsumen memilih produk tersebut, menjadi tantangan tersendiri. KMR Food menjawabnya dengan pendekatan data dan formulasi produk nyata, bukan sekadar klaim.
Presentasi di PERGIZI PANGAN Webinar Series Seri 310: Tempe Development
KMR Food mendapat undangan menjadi pembicara dalam PERGIZI PANGAN Webinar Series Seri 310 bertema Tempe Development, diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 14.00 hingga 16.00 WIB melalui Zoom dan YouTube Linisehat.
Siti Nurfitriana membawakan materi berjudul “Pemanfaatan Tepung Tempe sebagai Bahan Baku dalam Formulasi Pangan”, berdampingan dengan Della Rahmawati, S.Si., M.Si., PhD dari Swiss German University yang membahas profiling metabolit pada tempe. Peserta webinar sebagian besar merupakan dosen dan peneliti gizi.
“Saya kan belum pernah melakukan penelitian yang begitu kompleks. Jangan-jangan penelitian yang saya lakukan justru kurang menarik bagi mereka.”
Keraguan awal itu berubah setelah presentasi selesai. Peserta mulai bertanya lebih jauh tentang produk berbasis tepung tempe KMR Food, bahkan beberapa di antaranya tertarik menjajaki kolaborasi riset lanjutan.
Potensi Tepung Tempe sebagai Bahan Baku Pangan Fungsional
Tempe memiliki kandungan gizi yang mendukung posisinya sebagai bahan baku pangan fungsional. Berikut ringkasan kandungan gizi tempe pasar per 100 gram berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2020, Kementerian Kesehatan RI.
| Zat Gizi | Jumlah per 100 g |
|---|---|
| Energi | 150 kkal |
| Protein | 14,0 g |
| Lemak | 7,7 g |
| Karbohidrat | 9,1 g |
| Kalsium | 517 mg |
| Fosfor | 202 mg |
Selain data komposisi gizi tersebut, penelitian Ahnan-Winarno et al. (2020) mengulas bagaimana proses fermentasi pada tempe meningkatkan bioavailabilitas protein dan isoflavon, serta berkaitan dengan aspek kesehatan tulang, pencernaan, dan pemulihan otot. Temuan ini menjadi salah satu dasar ilmiah yang memperkuat posisi tempe sebagai sumber protein nabati.
Dari sisi produk, KMR Food menghadirkan tepung tempe dalam dua varian, yaitu Ferglin Tepung Tempe Original dan Ferglin Tepung Tempe Serbaguna, yang dapat digunakan sebagai bahan baku formulasi pangan oleh tim riset dan pengembangan industri makanan.
Pengembangan Produk Turunan Tepung Tempe
Sifat fungsional tempe memungkinkan pengembangan ke berbagai kategori produk. KMR Food telah mengembangkannya menjadi sereal dan puding, selain camilan Source of Protein Snack.
Kolaborasi dengan berbagai pihak turut menghasilkan produk lain berbahan dasar tepung tempe. Pendekatan ini menegaskan bahwa tepung tempe bahan baku pangan tidak terbatas pada satu jenis produk saja.
KMR Food dan Kredibilitas di Bidang Bahan Baku Pangan
KMR Food Indonesia atau CV. Kriya Mandiri Restu berlokasi di Sawangan, Depok, Jawa Barat, dan berfokus pada distribusi serta penyediaan bahan baku pangan untuk pelaku bisnis kuliner. Segmen pasar KMR Food mencakup rumah tangga, restoran, katering, UMKM kuliner, hingga industri makanan skala besar.
Lini produk KMR Food mencakup tepung tempe, tepung crispy, bumbu rempah, dan whole rempah, yang dapat dilihat selengkapnya di halaman Produk KMR Food. Kolaborasi riset dengan IULI serta keikutsertaan dalam forum PERGIZI PANGAN Indonesia menjadi bagian dari upaya KMR Food memperkuat pemahaman ilmiah di balik produk bahan baku pangan yang dihasilkan.
Informasi lebih lengkap mengenai profil dan fokus bisnis KMR Food dapat dibaca pada halaman Tentang Kami.
Kesimpulan
Perjalanan KMR Food mengembangkan tepung tempe menjadi bahan baku pangan fungsional menunjukkan bahwa tempe, sebagai makanan tradisional Indonesia, memiliki potensi besar melampaui bentuk olahan konvensionalnya.
Melalui kolaborasi riset dengan IULI dan partisipasi dalam PERGIZI PANGAN Webinar Series, KMR Food memperkuat posisinya sebagai penyedia tepung tempe yang dapat diandalkan oleh pelaku UMKM kuliner maupun industri pangan yang membutuhkan bahan baku protein nabati lokal.
FAQ
Apa itu Source of Protein Snack yang dikembangkan KMR Food?
Source of Protein Snack adalah produk camilan berbahan dasar bubuk tempe yang dikembangkan KMR Food bersama sejumlah universitas sebagai sumber protein nabati lokal.
Mengapa tepung tempe berpotensi menjadi bahan baku pangan fungsional?
Tepung tempe mengandung protein nabati dengan bioavailabilitas yang meningkat melalui proses fermentasi, sehingga cocok digunakan dalam berbagai formulasi produk pangan.
Apa kandungan gizi utama tempe per 100 gram?
Berdasarkan TKPI 2020 Kementerian Kesehatan RI, tempe pasar mengandung 150 kkal energi, 14,0 gram protein, 7,7 gram lemak, dan 9,1 gram karbohidrat per 100 gram.
Selain camilan, produk apa saja yang bisa dikembangkan dari tepung tempe?
KMR Food telah mengembangkan tepung tempe menjadi sereal dan puding, selain camilan tinggi protein, melalui berbagai kolaborasi riset.
Apa yang dibahas dalam PERGIZI PANGAN Webinar Series Seri 310?
Seri 310 bertema Tempe Development membahas profiling metabolit tempe serta pemanfaatan tepung tempe sebagai bahan baku formulasi pangan, dengan KMR Food sebagai salah satu narasumber.